Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Beginilah Harusnya Cinta
Ada selintas luka
Saat kutahu semua ini hanya rasaku saja
Tapi anehnya ku tetap bahagia
Tak lantas kehilangan rasa
Cinta memang tak harus memiliki
Tlah kuketahui itu sejak dulu
Meski ada yang berkata,”Cinta harusnya memiliki”
Tapi bagiku
Cinta bukanlah bagaimana kau bisa bahagia bersamanya
Tapi bagaimana dia bisa bahagia dan kau bisa bahagia untuknya
Bila kau jatuh cinta dan tak bisa memilikinya
Janganlah lantas membunuh rasa
Biarlah ia mengalir apa adanya
Dan sang waktu akan membantumu melupakannya
Bila kau jatuh cinta dan tak bisa bersamanya
Janganlah menyesalinya
Karena Tuhan telah menentukan dan memilihnya
menjadi gurumu dalam memahami makna cinta
Bila kau jatuh cinta dan begitu menginginkannya
Janganlah memaksakan kehendakmu kepada Sang Pemberi Cinta
Biarlah Dia memilihkan untukmu cinta pilihan-Nya
Sebab Dia Yang Maha Tahu yang terbaik untukmu dan juga untuknya
Bila kau jatuh cinta dan ada jalan untukmu dan dirinya
Berbicaralah terbuka apa adanya
Putuskanlah dengan hati bukan emosi romantis semata
Sebelum penyesalan tiba
Bila kau jatuh cinta dan selalu gagal meraihnya
Yakin dan percayalah
Bahwa Tuhan telah mempersiapkan sejuta cinta dan rencana indah
Di saat yang tidak kau sangka – sangka
Saat kutahu semua ini hanya rasaku saja
Tapi anehnya ku tetap bahagia
Tak lantas kehilangan rasa
Cinta memang tak harus memiliki
Tlah kuketahui itu sejak dulu
Meski ada yang berkata,”Cinta harusnya memiliki”
Tapi bagiku
Cinta bukanlah bagaimana kau bisa bahagia bersamanya
Tapi bagaimana dia bisa bahagia dan kau bisa bahagia untuknya
Bila kau jatuh cinta dan tak bisa memilikinya
Janganlah lantas membunuh rasa
Biarlah ia mengalir apa adanya
Dan sang waktu akan membantumu melupakannya
Bila kau jatuh cinta dan tak bisa bersamanya
Janganlah menyesalinya
Karena Tuhan telah menentukan dan memilihnya
menjadi gurumu dalam memahami makna cinta
Bila kau jatuh cinta dan begitu menginginkannya
Janganlah memaksakan kehendakmu kepada Sang Pemberi Cinta
Biarlah Dia memilihkan untukmu cinta pilihan-Nya
Sebab Dia Yang Maha Tahu yang terbaik untukmu dan juga untuknya
Bila kau jatuh cinta dan ada jalan untukmu dan dirinya
Berbicaralah terbuka apa adanya
Putuskanlah dengan hati bukan emosi romantis semata
Sebelum penyesalan tiba
Bila kau jatuh cinta dan selalu gagal meraihnya
Yakin dan percayalah
Bahwa Tuhan telah mempersiapkan sejuta cinta dan rencana indah
Di saat yang tidak kau sangka – sangka
Lizanovia M. Hadi
29 Juli 2010
IVEDICH Dan Aku pun Rindu
menyapaku di sela-sela rutinitas
di antara dengung mesin, suara-suara latar
lagu - lagu nostalgia pengisi masa rehatmu
Kita telah sepakat bahwa semua hanya soal waktu
Takdir yang tak tahu kemana perahu akan melaju
Aku selalu ingat
Tiap kali kau berseru takjub atas jawabanku
untuk setiap lagu kenangan yang kau putarkan
Padahal bagiku hal itu sederhana saja
Aku selalu ingat
Debur ombak siang itu
Buah-buah cemara yang berguguran di atas kepala
Kita dengar pandang rasakan dengan cara tak biasa
Aku selalu ingat
Gemericik air kolam, ikan-ikan berenangan
Di udara malam yang menentramkan
Aku dengar suaramu menggema di dalam dada
Dan aku akan selalu ingat
Di bawah atap teras malam itu
Hujan tlah menjadi saksi awal mula kisah kita
30 Des 2012
Dan hujan pun luruh, saat kuakhiri tulisan ini
GEMPA. Meuantos!
Guncangan itu kembali berulang
Enam, oh tujuh tahun silam belum lagi lepas dari ingatan
Mengguncangledakkan memori terdalam
Pun rasa sakit takut kalut masih jua mencengkram
Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Meuantos!
Engkau getaran yang menyelusup dari kedalaman tubuh bumi
Untuk hati jiwa retak yang belum jua pulih
Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Nihilkan bahasa dalam gugu panjang
Tangis - tangis mengalir mengering bergantian
Oh. Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Sisakan tiada selain sesak di dada
MKA, 11 - 12 April 2012
Enam, oh tujuh tahun silam belum lagi lepas dari ingatan
Mengguncangledakkan memori terdalam
Pun rasa sakit takut kalut masih jua mencengkram
Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Meuantos!
Engkau getaran yang menyelusup dari kedalaman tubuh bumi
Untuk hati jiwa retak yang belum jua pulih
Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Nihilkan bahasa dalam gugu panjang
Tangis - tangis mengalir mengering bergantian
Oh. Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Sisakan tiada selain sesak di dada
MKA, 11 - 12 April 2012
Ivedich, Sebuah Cerita di Suatu Masa
Ternyata selama ini kamu memperhatikanku, ya?
Merasa bertanggung jawab atas diriku?
Terima kasih.
Seperti aku yang terus berjalan meski terjatuh berulangkali,
berjalanlah di jalan yang semestinya engkau tempuh.
Inilah takdir yang telah digariskan untuk kita
Tiada pilihan selain ikhlas menerimanya
Mencintaimu, adalah anugerah sekaligus pembelajaran dalam hidupku
The Island, di suatu petang 18 Januari 2012
Sanggup
![]() |
| Foto: Huffingtonpost.com |
Tak hanya menjaga rahasia, bisakah kamu memahamiku?
Memahami luka menahun yang kutahan ini? Luka yang membuatku menjadi seperti ini. Yang selalu saja ingin kuceritakan tapi selalu pula kutahan karena khawatir akan penolakan.
Kadang kupikir, rahasia biarlah tetap menjadi rahasia, luka yang kupunya biarlah kusimpan saja sendiri, tapi rasanya itu tidak mudah lagi bagiku sekarang. Ketika kesulitan dan masalah terus-menerus berdatangan menghimpitku. Aku terdesak. Sesak di dada. Aku butuh pertolongan. Aku butuh dukungan. Dan aku butuh kamu untuk menggenapiku.
Sebab sekarang aku tahu. Kaulah orang yang tepat untuk kubagi rahasiaku. Kaulah yang kuinginkan untuk kubagi rahasiaku. Setelah sekian masa kusimpan di sudut kalbu.
Sudah tiba masanya aku mengakhiri rahasia ini.
“Mas, ada yang ingin kuberitahukan padamu?”
Ada jeda yang terasa begitu lebar di antara kita sekarang. “Ada apa?”
Arrgh, entah kenapa masih terasa berat kuungkapkan. Selalu saja aku harus berjuang keras setiap kali aku berusaha mengungkapkan sesuatu padamu.
“Ngg.. menurutmu..” tak dapat kusembunyikan nafasku. “Bisakah dipahami orang yang terbelenggu oleh luka masa lalunya?”
“Ada apa? Apa yang kamu maksudkan? Mas tidak mengerti.”
“Pernahkah mas merasa terbelenggu oleh kenangan di masa lalu? Dan mas merasa tidak bisa berlaku sesuka yang mas inginkan, karena mas tahu, ada beberapa hal di masa lalu yang menahan mas untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan tertentu?”
“Mas masih belum mengerti. Coba beritahukan apa yang ingin kamu sampaikan. Mas tidak akan marah. Mas janji.”
Lagi – lagi aku harus menghela nafas. Menariknya lagi.
“Seandainya.. mas memiliki kenangan yang menyakitkan, tapi tidak bisa mas lupakan sampai kapanpun. Meskipun berkali – kali mencobanya,” kuhela nafas lagi “kenangan itu membuat mas selalu berpikir setiap kali akan melakukan sesuatu, atau mengambil suatu keputusan”
Dan sekali lagi, kamu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihatku berbicara seperti itu.
“Ada apa sayang? Adakah luka dari masa lalumu yang masih saja terasa sakit hingga sekarang?”
Aku menggangguk. Sepertinya kini kamu mulai mengerti.
Hufff… kali ini nafasku menghembus lebih keras dari yang tadi.
“Sangat sakit, mas. Hingga sering aku merasa sesak hanya dengan mengingatnya. Aku tak ingin mengingatnya. Tapi ingatan itu datang begitu saja. Bisakah kamu pahami itu, mas? Bisakah kamu menerima diriku yang seperti itu? Kenangan itu yang sering buatku ragu untuk membuka hatiku seutuhnya. Percaya seutuhnya”
Aku merasa takut tiba – tiba. Tapi, bagaimana pun aku sudah mengatakannya.
Kamu hanya tersenyum menanggapiku berbicara seperti itu. Apakah aku sudah salah ketika membicarakan ini kepadamu? Apakah aku sudah mengecewakanmu?
Tak pernah kusangka akan seperti ini jawaban yang kuterima darimu. Perlahan namun pasti, air mata turun dari kedua mataku.
“Mas pikir kamu akan berbicara hal lain.” Kamu tertawa pelan melihatku seperti ini. Aku kini meradang menerka-nerka lakumu. “Sudahlah, sayang. Semua yang sudah terjadi, biarlah menjadi kenangan yang tak perlu kamu usik-usik lagi.”
Aku tertegun. Menatap kedua bola matamu yang kini terasa sangat teduh.
“Apa yang sudah menjadi kenangan, biarlah ia menjadi kenangan. Mas tidak ingin membuka dan mengingat-ingat masa lalu dan malah membenamkanmu dalam keraguan yang berkepanjangan. Mas tidak mau. Jadi…”
Aku menunggumu. Apa yang ingin kamu sampaikan mas?
“Jadi, sudahlah, pegang tanganku erat, genggam dengan tulus. Jika kamu memang masih membutuhkan waktu untuk sembuh dari rasa sakitmu. Mas akan menunggu dengan sabar. Mas akan tetap menemanimu sampai saat itu tiba.”
Apakah aku sedang bermimpi? Mana mungkin ada seorang lelaki yang mau disakiti terus-menerus? Apakah aku terlampau berhati batu membiarkan ia yang mencintaiku sakit begitu saja sembari menunggu lukaku sembuh?
“Kamu jangan bercanda, Mas. Kamu tidak akan sanggup.”
“Jika memang mas nanti jatuh di persimpangan jalan. Kuatkan mas. Bukankah memang seharusnya begitu? Cinta itu menguatkan. Dan begitu juga mas sekarang, di saat kamu tengah dalam keraguan, mas ingin menguatkanmu. Maukah kamu mengizinkan mas melakukan itu?
Mataku berkedip sejenak. Menatap mata teduhmu. Tanpa ragu aku mengangguk
13 Januari 2012
Tulisan duet with Teguh Puja
Si Pemabuk dan 12 Cawan Anggurnya
Dia mabuk malam ini, dalam aksara yang memenjara
Tak ada suara, hanya aksara, yang menggila !
Cawan 1
Ketika dua penyair jatuh cinta pada dua orang yg berbeda
Maka orang-orang akan melihat mereka jatuh cinta satu sama lainnya
Cawan 2
Jika kau pencinta kopi, akulah penikmat teh
jika kau penggila nada, akulah produser kata
Ah... kita memang tak sama
Namun jiwa dan rasa tiada beda
Tak ada suara, hanya aksara, yang menggila !
Cawan 1
Ketika dua penyair jatuh cinta pada dua orang yg berbeda
Maka orang-orang akan melihat mereka jatuh cinta satu sama lainnya
Cawan 2
Jika kau pencinta kopi, akulah penikmat teh
jika kau penggila nada, akulah produser kata
Ah... kita memang tak sama
Namun jiwa dan rasa tiada beda
Puisi Akrostik - Inilah Aku yang Mencintaimu
![]() |
| Persinggahan sebelum mendaki puncak Sibayak |
Puisi Akrostik. Puisi yang kalimat awal atau akhirnya dibentuk dari huruf - huruf yang membentuk kata jika dilihat secara vertikal. Dipelopori oleh Lewis Caroll, penulis, fotografer, pendeta Anglikan, dan matematikawan asal Inggris yang menulis dongeng anak-anak terkenal, Alice's Adventures in Wonderland. Dongeng yang lumayan membuat migrain saya makin menjadi bukannya sembuh :D
Setelah mendapat sekilas info itu dari yang empunya tantangan, saya jadi teringat bahwa 1998 silam saya pernah menulis puisi serupa. Cuma waktu itu belum mengenal apa itu akrostik. Hehehe.. kesiaaaan banget ya, saya? Tapi.... tantangannya, puisi itu harus dibuat saat itu juga, dengan deadline jam 10 malam itu juga! Bener - bener dah nih orang
Agak pusing juga awalnya, mengingat nama saya mengandung huruf yang jarang dipakai. Sempat tergoda juga dengan ide nakal Kang AdaMux Troy buat pake jurus bobo zzz
Ah.. ah.. ah.. Tapi akhirnya jadi juga puisi akrostik itu. Akrostik melankolik
Gimana menurut teman-teman? Ditunggu masukannya ya
L-amunan dan igauan tlah menjadi karibku sejak enam tahun lalu
I-mpian yang terputus di tengah jalan
Z-aman tak jua menampakkan perubahan
?A-hh.. dengan cara apakah lagi ku harus melupakanmu
N-yanyian dewi musim semi tak jua melumerkanku
O-rang – orang silih berganti merangkai bunga pilihan pada
V-as bunga pilihan dari orang pilihan
I-nilah aku yang mencintaimu, terbelenggu dan terasing di
A-ntara perasaanku sendiri
M-engunyah sepi di sudut hati, tlah menjadi sarapanku kini
U-ntuk sebuah cinta yang pernah ada dan akan tetap ada
H-arus aku lepaskan mimpi – mimpi dan harapan yang ketinggian
?A-palagi yang bisa kulakukan
R-aung amarahku dan sedihku takkan merubah keputusanmu
R-aung amarahku dan lukaku hanya menambah sedih dan pilumu
?A-palagi yang bisa kulakukan
I-nilah aku yang mencintaimu
N-amun bila memang harapan masih tersisa untukku
I-nsya Allah kita kan bertemu di lain waktu
Thanks to Teguh Puja for challenge
Auriga

aku:
pandangi langit malam ini
ditingkahi serangga malam yang bernyanyi
mencari bintangku
di antara gugusan seribu
kamu:
gemericik air kolam
dan ikan - ikan berenangan
berkejaran di sela bebatuan
memecah hening malam
terdengar suara ombak, jauh...
merasakan deburnya di dada
menghempas pantai jiwa
tercium aroma laut
pejamkan mata berkabut
kita:
desir angin membelai pucuk-pucuk cemara
buah-buahnya berguguran menciumi kepala
sejauh memandang
hanya laut dan langit biru yang membentang
tiada perahu nelayan
hanya lelaki tua memancing di tepian
hening tercipta
hanya hati bicara
dan cinta dari pancaran mata
pandangi langit malam ini
ditingkahi serangga malam yang bernyanyi
gemericik air kolam
dan ikan-ikan berenangan
bintangku bersinar di auriga
Ruang Rindu, April 21 - 24, 2011
Surat Untuk Kekasihku di Masa Depan
Pulau Kehidupan, Penghujung Tahun Harapan dan Impian
Kepada Kekasihku di Masa Depan,
Apa kabar?
Ku di sini baik – baik saja
Meski seribu duri tak pernah lelah menaburi jalanku
Semoga kau pun begitu
Meski sejuta badai harus kau lalui untuk menemui diriku
Apa kabar?
Ku di sini baik – baik saja
Meski seribu duri tak pernah lelah menaburi jalanku
Semoga kau pun begitu
Meski sejuta badai harus kau lalui untuk menemui diriku
Impian - Impian Sang Pencinta
Akankah perahu cintamu kelak berlabuh ?
Lalu bernyanyi kita memanggil bulan, bintang—bintang
Matahari dan planet—planet untuk bersulang
Kita petikkan selaksa harpa melagukan semesta
Dan kita tebarkan benih—benih penuh cinta
Di sini kurajutkan sehelai selendang surga
Seisi alam kujalin di wajahnya
Kau genggam ujung yang satu
Kugenggam ujung yang lainnya
Lalu kita pertemukan keduanya pada bola dunia
Hamparan hijau meruahBunga—bunga merekah
Burung—burung bernyanyi
Kupu—kupu menari
Sungai –sungai mengalir
Laut dan danau bergelimang satwa air
Kau genggam ujung yang satu
Kugenggam ujung yang lainnya
Lalu kita pertemukan keduanya pada bola dunia
Hamparan hijau meruahBunga—bunga merekah
Burung—burung bernyanyi
Kupu—kupu menari
Sungai –sungai mengalir
Laut dan danau bergelimang satwa air
Kita bangun peradaban penuh bersahaja di atasnya
Kita bersahabat dengan satwa
Kita berlari di antara rumput—rumput liar
Kita rayakan bunga—bunga yang hendak mekar
Kita bersahabat dengan satwa
Kita berlari di antara rumput—rumput liar
Kita rayakan bunga—bunga yang hendak mekar
Kita ajarkan anak cucu kita nyanyian satwa
Kita tunjukkan konser serangga
Kita kajikan ayat—ayat Allah
Kita wariskan hati yang tabah
Kita tunjukkan konser serangga
Kita kajikan ayat—ayat Allah
Kita wariskan hati yang tabah
Oh… akankah impian ini jadi nyata indah?
Sementara bumi yang sekarang semakin renta dan menua
Hutan—hutan berganti rumah kaca
Nyanyian burung lenyap di udara
Tarian kupu tak tertangkap mata
Satwa langka terancam punah
Sementara bumi yang sekarang semakin renta dan menua
Hutan—hutan berganti rumah kaca
Nyanyian burung lenyap di udara
Tarian kupu tak tertangkap mata
Satwa langka terancam punah
Kejahatan merajalela
Perang saudara sudah biasa
Norma—norma tak tereja
Manusia gelap mata dan menjadi buta
Alam tak lagi ramah kepada kita
Perang saudara sudah biasa
Norma—norma tak tereja
Manusia gelap mata dan menjadi buta
Alam tak lagi ramah kepada kita
Sebenarnya masih ada harapan untuk kita
Bila kita berbenah diri dengan segera
Rasa peduli, cinta dan kasih sayang
Kita tanamkan dari sekarang!
@Horison Biru, 4—5 Desember 1998
photo: private collection
Bila kita berbenah diri dengan segera
Rasa peduli, cinta dan kasih sayang
Kita tanamkan dari sekarang!
@Horison Biru, 4—5 Desember 1998
photo: private collection
Takkan Kubiarkan Hati Menangis
Takkan kubiarkan hati ini menangis lagi
Setelah kau iris berulangkali
Inilah saatnya kubahagia
Karena ku pantas tuk bahagia
Cinta bukanlah penghambaan budak kepada sang raja
Tapi cinta adalah hujan di padang gersang
Yang menumbuhkan bermacam tanaman
Pepohonan menyimpan air di akarnya dan melepas udara dari daunnya
Sungai – sungai mengalir bermuara ke tempat yang sama
Lalu matahari menguapkan air menjadi awan, awan turun menjadi hujan

















