Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Keajaiban Rasa

Mengetahui dirimu disayangi oleh orang
Yang tanpa sadar juga kau sayangi
Itu seperti duduk di pasir pantai
Menikmati pemandangan dan debur ombak
Lalu tiba-tiba kau rasakan
Lidah ombak menjilati kakimu
Mengejutkan
Namun menyejukkan

Anoi Itam Beach, 16.07.2017
Mengumpulkan Yang Terserak
Share:

Beginilah Harusnya Cinta

cinta-mawar ungu-
Ada selintas luka
Saat kutahu semua ini hanya rasaku saja
Tapi anehnya ku tetap bahagia
Tak lantas kehilangan rasa

Cinta memang tak harus memiliki
Tlah kuketahui itu sejak dulu
Meski ada yang berkata,”Cinta harusnya memiliki”
Tapi bagiku
Cinta bukanlah bagaimana kau bisa bahagia bersamanya
Tapi bagaimana dia bisa bahagia dan kau bisa bahagia untuknya

Bila kau jatuh cinta dan tak bisa memilikinya
Janganlah lantas membunuh rasa
Biarlah ia mengalir apa adanya
Dan sang waktu akan membantumu melupakannya

Bila kau jatuh cinta dan tak bisa bersamanya
Janganlah menyesalinya
Karena Tuhan telah menentukan dan memilihnya
menjadi gurumu dalam memahami makna cinta

Bila kau jatuh cinta dan begitu menginginkannya
Janganlah memaksakan kehendakmu kepada Sang Pemberi Cinta
Biarlah Dia memilihkan untukmu cinta pilihan-Nya
Sebab Dia Yang Maha Tahu yang terbaik untukmu dan juga untuknya

Bila kau jatuh cinta dan ada jalan untukmu dan dirinya
Berbicaralah terbuka apa adanya
Putuskanlah dengan hati bukan emosi romantis semata
Sebelum penyesalan tiba

Bila kau jatuh cinta dan selalu gagal meraihnya
Yakin dan percayalah
Bahwa Tuhan telah mempersiapkan sejuta cinta dan rencana indah
Di saat yang tidak kau sangka – sangka

Lizanovia M. Hadi
29 Juli 2010
Share:

IVEDICH Dan Aku pun Rindu

Puisi - puisi, pantai, rindu
Lama tak terdengar suaramu
menyapaku di sela-sela rutinitas
di antara dengung mesin, suara-suara latar
lagu - lagu nostalgia pengisi masa rehatmu

Kita telah sepakat bahwa semua hanya soal waktu
Takdir yang tak tahu kemana perahu akan melaju

Aku selalu ingat
Tiap kali kau berseru takjub atas jawabanku
untuk setiap lagu kenangan yang kau putarkan
Padahal bagiku hal itu sederhana saja

Aku selalu ingat
Debur ombak siang itu
Buah-buah cemara yang berguguran di atas kepala
Kita dengar pandang rasakan dengan cara tak biasa

Aku selalu ingat
Gemericik air kolam, ikan-ikan berenangan
Di udara malam yang menentramkan
Aku dengar suaramu menggema di dalam dada

Dan aku akan selalu ingat
Di bawah atap teras malam itu
Hujan tlah menjadi saksi awal mula kisah kita

30 Des 2012
Dan hujan pun luruh, saat kuakhiri tulisan ini
Share:

GEMPA. Meuantos!

Guncangan itu kembali berulang
Enam, oh tujuh tahun silam belum lagi lepas dari ingatan
Mengguncangledakkan memori terdalam
Pun rasa sakit takut kalut masih jua mencengkram
Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!

Meuantos!
Engkau getaran yang menyelusup dari kedalaman tubuh bumi
Untuk hati jiwa retak yang belum jua pulih
Ambil semua rasa! Ambil semua cinta! 
Nihilkan bahasa dalam gugu panjang
Tangis - tangis mengalir mengering bergantian
Oh. Ambil semua rasa! Ambil semua cinta!
Sisakan tiada selain sesak di dada

MKA, 11 - 12 April 2012
Share:

Ivedich, Ketika Takdir Bicara

takdir, puisi takdir
Takdir, kaukah itu?
Berdiri di sudut kamarku lalu menghilang di balik pintu
Aku tak tahu sejak kapan kau ada di situ
Tersenyum padaku, berbicara kepadaku

Ratusan malam kita lalui bersama
Tertawa, berbagi cerita. Dengan cara yang tak biasa

Share:

Ivedich, Sebuah Cerita di Suatu Masa

Ivedich, Sebuah Cerita di Suatu Masa

Ternyata selama ini kamu memperhatikanku, ya?
Merasa bertanggung jawab atas diriku?
Terima kasih.
Seperti aku yang terus berjalan meski terjatuh berulangkali, 

berjalanlah di jalan yang semestinya engkau tempuh.
Inilah takdir yang telah digariskan untuk kita
Tiada pilihan selain ikhlas menerimanya

Mencintaimu, adalah anugerah sekaligus pembelajaran dalam hidupku

The Island, di suatu petang 18 Januari 2012
Share:

Sanggup



foto tangan bergandengan
Foto: Huffingtonpost.com
Pernahkah kamu lihat luka yang selama ini aku sembunyikan di balik bajuku? Kamu tahu? Sudah sejak lama aku menahan perih luka ini. Aku tak mau memberitahukan ini kepada siapa pun. Hanya kamu. Ya, hanya kamu. Kamulah satu-satunya yang aku beritahukan. Apakah kamu bisa menjaga rahasiaku?

Tak hanya menjaga rahasia, bisakah kamu memahamiku?

Memahami luka menahun yang kutahan ini? Luka yang membuatku menjadi seperti ini. Yang selalu saja ingin kuceritakan tapi selalu pula kutahan karena khawatir akan penolakan.

Kadang kupikir, rahasia biarlah tetap menjadi rahasia, luka yang kupunya biarlah kusimpan saja sendiri, tapi rasanya itu tidak mudah lagi bagiku sekarang. Ketika kesulitan dan masalah terus-menerus berdatangan menghimpitku. Aku terdesak. Sesak di dada. Aku butuh pertolongan. Aku butuh dukungan. Dan aku butuh kamu untuk menggenapiku.

Sebab sekarang aku tahu. Kaulah orang yang tepat untuk kubagi rahasiaku. Kaulah yang kuinginkan untuk kubagi rahasiaku. Setelah sekian masa kusimpan di sudut kalbu.

Sudah tiba masanya aku mengakhiri rahasia ini.

“Mas, ada yang ingin kuberitahukan padamu?”

Ada jeda yang terasa begitu lebar di antara kita sekarang. “Ada apa?”

Arrgh, entah kenapa masih terasa berat kuungkapkan. Selalu saja aku harus berjuang keras setiap kali aku berusaha mengungkapkan sesuatu padamu.

“Ngg.. menurutmu..” tak dapat kusembunyikan nafasku. “Bisakah dipahami orang yang terbelenggu oleh luka masa lalunya?”

“Ada apa? Apa yang kamu maksudkan? Mas tidak mengerti.”

“Pernahkah mas merasa terbelenggu oleh kenangan di masa lalu? Dan mas merasa tidak bisa berlaku sesuka yang mas inginkan, karena mas tahu, ada beberapa hal di masa lalu yang menahan mas untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan tertentu?”

“Mas masih belum mengerti. Coba beritahukan apa yang ingin kamu sampaikan. Mas tidak akan marah. Mas janji.”

Lagi – lagi aku harus menghela nafas. Menariknya lagi.

“Seandainya.. mas memiliki kenangan yang menyakitkan, tapi tidak bisa mas lupakan sampai kapanpun. Meskipun berkali – kali mencobanya,” kuhela nafas lagi “kenangan itu membuat mas selalu berpikir setiap kali akan melakukan sesuatu, atau mengambil suatu keputusan”

Dan sekali lagi, kamu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihatku berbicara seperti itu.

“Ada apa sayang? Adakah luka dari masa lalumu yang masih saja terasa sakit hingga sekarang?”

Aku menggangguk. Sepertinya kini kamu mulai mengerti.

Hufff… kali ini nafasku menghembus lebih keras dari yang tadi.

“Sangat sakit, mas. Hingga sering aku merasa sesak hanya dengan mengingatnya. Aku tak ingin mengingatnya. Tapi ingatan itu datang begitu saja. Bisakah kamu pahami itu, mas? Bisakah kamu menerima diriku yang seperti itu? Kenangan itu yang sering buatku ragu untuk membuka hatiku seutuhnya. Percaya seutuhnya”

Aku merasa takut tiba – tiba. Tapi, bagaimana pun aku sudah mengatakannya.

Kamu hanya tersenyum menanggapiku berbicara seperti itu. Apakah aku sudah salah ketika membicarakan ini kepadamu? Apakah aku sudah mengecewakanmu?

Tak pernah kusangka akan seperti ini jawaban yang kuterima darimu. Perlahan namun pasti, air mata turun dari kedua mataku.

“Mas pikir kamu akan berbicara hal lain.” Kamu tertawa pelan melihatku seperti ini. Aku kini meradang menerka-nerka lakumu. “Sudahlah, sayang. Semua yang sudah terjadi, biarlah menjadi kenangan yang tak perlu kamu usik-usik lagi.”

Aku tertegun. Menatap kedua bola matamu yang kini terasa sangat teduh.

“Apa yang sudah menjadi kenangan, biarlah ia menjadi kenangan. Mas tidak ingin membuka dan mengingat-ingat masa lalu dan malah membenamkanmu dalam keraguan yang berkepanjangan. Mas tidak mau. Jadi…”

Aku menunggumu. Apa yang ingin kamu sampaikan mas?

“Jadi, sudahlah, pegang tanganku erat, genggam dengan tulus. Jika kamu memang masih membutuhkan waktu untuk sembuh dari rasa sakitmu. Mas akan menunggu dengan sabar. Mas akan tetap menemanimu sampai saat itu tiba.”

Apakah aku sedang bermimpi? Mana mungkin ada seorang lelaki yang mau disakiti terus-menerus? Apakah aku terlampau berhati batu membiarkan ia yang mencintaiku sakit begitu saja sembari menunggu lukaku sembuh?

“Kamu jangan bercanda, Mas. Kamu tidak akan sanggup.”

“Jika memang mas nanti jatuh di persimpangan jalan. Kuatkan mas. Bukankah memang seharusnya begitu? Cinta itu menguatkan. Dan begitu juga mas sekarang, di saat kamu tengah dalam keraguan, mas ingin menguatkanmu. Maukah kamu mengizinkan mas melakukan itu?

Mataku berkedip sejenak. Menatap mata teduhmu. Tanpa ragu aku mengangguk

13 Januari 2012
Tulisan duet with Teguh Puja







Share:

Si Pemabuk dan 12 Cawan Anggurnya

Dia mabuk malam ini, dalam aksara yang memenjara
Tak ada suara, hanya aksara, yang menggila !

Cawan 1
Ketika dua penyair jatuh cinta pada dua orang yg berbeda
Maka orang-orang akan melihat mereka jatuh cinta satu sama lainnya


Cawan 2
Jika kau pencinta kopi, akulah penikmat teh
jika kau penggila nada, akulah produser kata
Ah... kita memang tak sama
Namun jiwa dan rasa tiada beda

Share:

Cinta dan Pujangga

cinta, melukis cinta
di tangan para pujangga, cinta yang berdarah menjelma sakit yang nikmat belaka
maka di manakah lagi jiwa ini meletakkan inderanya?
ketika aku tertawa di dalam tangis dan menangis di dalam tawa

26 Okt. 2011
Share:

Cinta dan Kecewa

cinta, broken heart

Jangan beri 100 persen hatimu untuk manusia
karena yang 'kan kau dapat hanyalah sedih dan kecewa


Share:

Cinta dan Bahagia

cinta bidadari merah, maya kitajima, suzue miuchi



ada masanya untuk menyerah, bukan karena tiada lagi cinta
tapi terkadang hanya itulah cara untuk berbahagia

24 Okt. 2011
picture from Glass Mask - Suzue Miuchi


Share:

Cinta dan Kebersamaan

cinta, maya masumi, bidadari merah


Cinta... selama ia ada, akan tetap indah meski tak bersama

Kebersamaan... takkan pernah sempurna adanya tanpa cinta

Cinta dan kebersamaan saling membutuhkan tapi tak selalu seiring sejalan

Karena keduanya berada dalam kekuasaan Tuhan


Lizanovia M. Hadi
20 Okt. 2011
picture from Glass Mask - Suzue Miuchi
Share:

CINTA


cinta
Meninggalkan orang yang kau cintai
tak ubahnya menggenggam bara api
Tapi hidup tak sempurna
kecuali kau membuatnya sempurna


Kali ini, aku ingin berbicara tentang cinta. Ya ya ya. Kalian boleh menganggap ini tentang diriku, atau siapa saja. Bukankah siapa saja pernah bersinggungan dengan cinta?
Share:

Puisi Akrostik - Inilah Aku yang Mencintaimu


Persinggahan sebelum mendaki puncak Sibayak
Hari ini, saya dan teman - teman di Antoren ditantang Teguh Puja, Si Penikmat Senja. Kami harus membuat sebuah puisi akrostik dari nama diri masing - masing.


Puisi Akrostik. Puisi yang kalimat awal atau akhirnya dibentuk dari huruf - huruf yang membentuk kata jika dilihat secara vertikal. Dipelopori oleh Lewis Caroll, penulis, fotografer, pendeta Anglikan, dan matematikawan asal Inggris yang menulis dongeng anak-anak terkenal, Alice's Adventures in Wonderland. Dongeng yang lumayan membuat migrain saya makin menjadi bukannya sembuh :D


Setelah mendapat sekilas info itu dari yang empunya tantangan, saya jadi teringat bahwa 1998 silam saya pernah menulis puisi serupa. Cuma waktu itu belum mengenal apa itu akrostik. Hehehe.. kesiaaaan banget ya, saya? Tapi.... tantangannya, puisi itu harus dibuat saat itu juga, dengan deadline jam 10 malam itu juga! Bener - bener dah nih orang 


Agak pusing juga awalnya, mengingat nama saya mengandung huruf yang jarang dipakai. Sempat tergoda juga dengan ide nakal Kang AdaMux Troy buat pake jurus bobo zzz


Ah.. ah.. ah.. Tapi akhirnya jadi juga puisi akrostik itu. Akrostik melankolik 
Gimana menurut teman-teman? Ditunggu masukannya ya 



L-amunan dan igauan tlah menjadi karibku sejak enam tahun lalu
I-mpian yang terputus di tengah jalan
Z-aman tak jua menampakkan perubahan
?A-hh.. dengan cara apakah lagi ku harus melupakanmu
N-yanyian dewi musim semi tak jua melumerkanku
O-rang – orang silih berganti merangkai bunga pilihan pada
V-as bunga pilihan dari orang pilihan
I-nilah aku yang mencintaimu, terbelenggu dan terasing di
A-ntara perasaanku sendiri


M-engunyah sepi di sudut hati, tlah menjadi sarapanku kini
U-ntuk sebuah cinta yang pernah ada dan akan tetap ada 
H-arus aku lepaskan mimpi – mimpi dan harapan yang ketinggian
?A-palagi yang bisa kulakukan 
R-aung amarahku dan sedihku takkan merubah keputusanmu
R-aung amarahku dan lukaku hanya menambah sedih dan pilumu
?A-palagi yang bisa kulakukan
I-nilah aku yang mencintaimu
N-amun bila memang harapan masih tersisa untukku
I-nsya Allah kita kan bertemu di lain waktu

Thanks to Teguh Puja for challenge
Share:

Langit, Bintang, Ombak, Kau dan Aku

Memandang Ombak

Share:

Hujan

hujan, gerimis

Share:

Auriga

rasi bintang auriga
aku:

pandangi langit malam ini
ditingkahi serangga malam yang bernyanyi
mencari bintangku
di antara gugusan seribu

kamu: 

gemericik air kolam
dan ikan - ikan berenangan
berkejaran di sela bebatuan
memecah hening malam

terdengar suara ombak, jauh...
merasakan deburnya di dada
menghempas pantai jiwa
tercium aroma laut
pejamkan mata berkabut

kita:

desir angin membelai pucuk-pucuk cemara
buah-buahnya berguguran menciumi kepala
sejauh memandang
hanya laut dan langit biru yang membentang
tiada perahu nelayan
hanya lelaki tua memancing di tepian
hening tercipta
hanya hati bicara
dan cinta dari pancaran mata

pandangi langit malam ini
ditingkahi serangga malam yang bernyanyi
gemericik air kolam
dan ikan-ikan berenangan

bintangku bersinar di auriga

Ruang Rindu, April 21 - 24, 2011
Share:

Surat Untuk Kekasihku di Masa Depan

Pulau Kehidupan, Penghujung Tahun Harapan dan Impian

Kepada Kekasihku di Masa Depan,

Apa kabar?

Ku di sini baik – baik saja
Meski seribu duri tak pernah lelah menaburi jalanku
Semoga kau pun begitu
Meski sejuta badai harus kau lalui untuk menemui diriku

Share:

Impian - Impian Sang Pencinta

perahu dan dermaga


Sekiranya aku bangun sebuah dermaga kasih
Akankah perahu cintamu kelak berlabuh ?
Lalu bernyanyi kita memanggil bulan, bintang—bintang
Matahari dan planet—planet untuk bersulang
Kita petikkan selaksa harpa melagukan semesta
Dan kita tebarkan benih—benih penuh cinta

Di sini kurajutkan sehelai selendang surga
Seisi alam kujalin di wajahnya
Kau genggam ujung yang satu
Kugenggam ujung yang lainnya
Lalu kita pertemukan keduanya pada bola dunia

Hamparan hijau meruah
Bunga—bunga merekah
Burung—burung bernyanyi
Kupu—kupu menari
Sungai –sungai mengalir
Laut dan danau bergelimang satwa air


Kita bangun peradaban penuh bersahaja di atasnya
Kita bersahabat dengan satwa
Kita berlari di antara rumput—rumput liar
Kita rayakan bunga—bunga yang hendak mekar

Kita ajarkan anak cucu kita nyanyian satwa
Kita tunjukkan konser serangga
Kita kajikan ayat—ayat Allah
Kita wariskan hati yang tabah

Oh… akankah impian ini jadi nyata indah?
Sementara bumi yang sekarang semakin renta dan menua
Hutan—hutan berganti rumah kaca
Nyanyian burung lenyap di udara
Tarian kupu tak tertangkap mata
Satwa langka terancam punah

Kejahatan merajalela
Perang saudara sudah biasa
Norma—norma tak tereja
Manusia gelap mata dan menjadi buta
Alam tak lagi ramah kepada kita
Sebenarnya masih ada harapan untuk kita
Bila kita berbenah diri dengan segera
Rasa peduli, cinta dan kasih sayang
Kita tanamkan dari sekarang!


@Horison Biru, 4—5 Desember 1998
photo: private collection
Share:

Takkan Kubiarkan Hati Menangis

Takkan kubiarkan hati ini menangis lagi
Setelah kau iris berulangkali
Inilah saatnya kubahagia
Karena ku pantas tuk bahagia

Cinta bukanlah penghambaan budak kepada sang raja
Tapi cinta adalah hujan di padang gersang
Yang menumbuhkan bermacam tanaman
Pepohonan menyimpan air di akarnya dan melepas udara dari daunnya
Sungai – sungai mengalir bermuara ke tempat yang sama
Lalu matahari menguapkan air menjadi awan, awan turun menjadi hujan

Share:

Featured post

Cara Mudah Bikin Blog dari Ponsel

Baru-baru ini ada beberapa teman yang meminta dibikinkan tutorial cara bikin blog yang mudah tanpa mesti menggunakan komputer alias dari...

Arsip