Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Baper 10 Ramadhan

berbagi-itu-indah-menulis-itu-cinta
Hari ini dapat chat (lagi) dari nomor ngga dikenal. Bukan cuma ngga dikenal, kode negaranya pun asing. Tapi orangnya kabur begitu dapat autoreply. 😅😅😅 

Kan saya jadi baperrr. 😂 Kirain bisa diajakin ikut BOW gituu. Atau kali dia mau beli buku-buku KMO yang lagi promo Gebyar Ramadhan. Efek Double Kick BOW 11 dan 12, saya jadi ngigau pagi-pagi 😅😅

Alhamdulillaah, setiap hal yang ngga sesuai rencana, ngga ngenakin atau apapun itu seyogyanya jadi pengingat kita untuk memperbaiki diri.

Akhirnya saya perbaiki salam pembuka untuk setiap pengirim chat pertama kali di bit.ly/lizanovia plus nambahin teks Inggris dikit. Kasian juga ama teman luar yang ngga ngerti bahasa Indo. Sekalian juga tuh saya hapus pesan di luar jam kerja yang asli ngiklan banget. Yaa, kalo diri sendiri kurang sreg, gimana lagi orang lain ya, kan?

Oke, mari tinggalkan itu

BOW Lover yang sudah main ke blog "Catatan Harian Mama Gurita" itu blog aslinya masih mentah banget lho.  Ngga kayak blog ini yang memang udah lahir duluan. Templatenya juga masih bawaan blogger. Belum dibikinin aneka widget baik yang standar ataupun advance. Dan yang jelas, belum dimonetize juga wkwk. 

Eehhh, tapi bukan itu yaa alasan saya ngeblog sejak 2010

Blog CHMG ini saya dedikasikan buat emak-emak RT dan atau pebisnis yang pengen nulis aktivitasnya sehari-hari tapi ngga mau diribetin ama bikin-bikin dan oprek-oprek blog yang sebenarnya mudah aja. [Udah saya bikin pun tutorialnya di blog ini] Tinggal nulis dan posting aja. Dan akan diajarin gimana caranya di grup Whatsapp bit.ly/BeeMIC

Baiklah. Semoga  Ramadhan di suasana yang berbeda kali ini puasa kita bisa lancar teruus hingga 20 hari ke depan. Dan tetap berkah, insya Allah. Aamiin

Happy Weekend yaa 😘
Share:

O oow... Ketahuaaaan o.O

Alhamdulillaah... Hari ini puasa Ramadhan di hari pertama. Puasa pertama pula buat juniorku Kautsar yang berumur 6 tahun. Baru aja apdet status di FB mudah-mudahan puasanya lancar sampe maghrib selama sebulan penuh, eeeehhh... juniorku sudah minta jajan :D Hehehe... Dasar anak-anak! Alhamdulillaah dengan bujukanku dia masih bertahan tuh. Mudah-mudahan goal sampe maghrib. Aamiin.

Berbicara masalah memperkenalkan puasa pada anak, kita sebagai ortu terutama ibu pasti pernah ya mengiming-imingi hadiah pada anak agar puasanya lancar? Tujuan kita tentu saja baik. Agar anak terbiasa menjalankan kewajiban agama sejak dini. Dan hadiah sebagai reward pada anak atas "prestasi"-nya. Seperti yang kemarin saya lakukan sebelum puasa tiba. Sejak sorenya saya mengajak anak untuk ikut sahur bareng, tarawih dan puasa esok harinya. Saya menjanjikan hadiah, meski wujudnya sendiri belum saya ceritakan.

Tadi pagi, saya membaca tabloid Wanita Indonesia yang saya beli sehari sebelumnya. Dan.. o oww.. Saya menemukan artikel "Kenalkan Puasa tanpa Hadiah" yang cukup menyentil saya, hehehe. Bahwa mengajak anak berpuasa dengan iming-iming hadiah sebenarnya tidaklah efektif, kecuali sesekali saja. Kenapa? Karena iming-iming hadiah hanya akan mengajarkan anak berpuasa karena benda, bukan karena kesadaran mereka. Dan... barusaaan aja, saya mergokin junior saya minum es kopi sambil ketawa, sewaktu saya meninggalkan tulisan ini dan mencari-cari dia yang tiba-tiba menghilang, padahal janjinya mau tidur siang. Alhasil puasanya hanya berumur setengah hari. O ooww.. sedih bukan buatan hati saya. Tapi apa mau dikata  ya? 

Kembali ke artikel tadi, memberi hadiah pada anak yang berpuasa memang baik. Namun jangan sampai dijadikan kebiasaan. Toh tujuan utama kita mengajarkan anak berpuasa agar si anak tahu keutamaan puasa itu sendiri. Belajar menahan lapar, haus dan mengendalikan diri. Juga membentuk karakter anak, seperti tidak boleh berbohong, marah, atau menahan hawa nafsu. 

Saya ingat, kemarin saat mengajak anak berpuasa, saya mencontohkan kakak sepupunya yang sudah berpuasa sejak berumur 5 tahun. Ini juga baik ya, tentunya. Sepanjang kita tidak membanding-bandingkan anak kita yang gagal  dengan temannya yang berhasil puasanya. Masih kata artikel itu, pembandingan akan menimbulkan rasa tidak percaya diri pada anak, si anak akan merasa lemah. Cara terbaik bisa dengan mendorong anak kalau dia sebenarnya juga mampu. Lalu bertanya, apakah ia mau mencobanya, terlepas berhasil atau tidaknya.Jika anak belum mau mencoba atau memang usianya belum wajib puasa, kita bisa terus memberinya pemahaman sedikit-sedikit dan ajak berpuasa sesekali meski mungkin hanya bertahan beberapa jam saja. Yaa, seperti puasa junior saya yang "hanya" bertahan setengah hari saja hehehe
Share:

Ramadhan dan Hujan

hujan-di-jalanan
Sudah sebulanan ini hujan tak kunjung luruh di kotaku. Panas. Gersang. Bukan tak bersyukur akan kehangatan mentari yang Allah berikan Ramadhan ini. Hanya saja aku rindu. Rindu rintiknya. Rindu iramanya ketika menabuhi atap rumah. Rindu harumnya ketika mencumbui tanah. Rindu segarnya merambati rerumputan dan dedaunan.

Dalam rindu begini, benakpun kulangkahkan ke rumah hujan www.rainymood.com
Dan di sana aku menemukan lebih dari sekedar hujan. Kerinduan akan hujan pun terbayarkan.
Lebih dari yang terbayangkan. 

Apakah engkaupun pecinta hujan? Jika iya, padukanlah irama hujan pada rainymood dengan "The Cello Song" berikut. Kuyakin kau akan menyukainya


Share:

Ramadhan dan Bukber Malioboro

Ramadhan tanpa bukber atau bubar atau apapun bahasa yang dipakai untuk berbuka puasa bersama teman ataupun kerabat sepertinya sesuatu yang ngga mungkin ya? Bahkan buat yang tinggal sendirian sekalipun. Correct me If I am wrong, okay ? :-)

Bukber memang memberi kesan tersendiri. Teman - teman yang di luar Ramadhan terkadang sulit untuk kita temui, hampir selalu bisa kita temui di bulan ini. Seperti saya nih, bukber pertama di awal Ramadhan lalu, saya isi bersama beberapa teman. Yang satu baru bisa ketemu beberapa hari sebelum puasa, berhubung dianya baru selesai menamatkan kuliahnya di Norwegia. Sementara yang satu lagi, meskipun sekota, karena kesibukan masing - masing, kami jarang bisa bertemu kecuali saat - saat tertentu. Nah, teman yang lainnya lebih kurang sama. Tapi ada satu teman yang baru saya kenal pada acara bukber itu. Temannya teman? Bukan. Saya sendiri yang mengundangnya. Berhubung ini memang hajatan saya :-)
Share:

Featured post

Cara Mudah Bikin Blog dari Ponsel

Baru-baru ini ada beberapa teman yang meminta dibikinkan tutorial cara bikin blog yang mudah tanpa mesti menggunakan komputer alias dari...

Arsip