Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Tsunami Aceh dan Kepingan Puzzle

3 Mei 2017

"Ini mesti dioperasi. Besok sudah bisa masuk yaa," aku sempat tertegun sesaat dengan ucapan dokter di depanku, tak lama setelah pemeriksaan di poli bedah.

Baiklah... Jika memang itu yang terbaik.
.............................

2 November 2019

Aku dan Fadia asik tertawa berbagi cerita ketika Ariyani- sohibku sejak SMP- menghampiri meja kami di de Sagoe Kupi pagi itu. Dia ngga sendiri, tapi bersama seorang cowok asing. Heyyy! What is this about? Ternyata dia seorang youtuber, maaaan. Ingin mewawancarai kami tentang syariat Islam khususnya hijab di Aceh.

Wow wow wow! Pembahasan yang sensitif ini maah.
..........................

6 Februari 2020

Ini kali ke sekian Shawn mengirim DM di Instagram. Kali ini disertai link Youtube channelnya dengan tajuk yang bikin aku tertegun

Mr. Dokter, yang dulu sempat bikin aku nangis menahan suara saat pemeriksaan luka bekas operasi 2008 silam, jadi tokoh utama Shawn kali ini.


Ya. Aku tahu, kalau Moha-begitu Shawn memanggil Mr. Dokter- adalah teman Shawn saat sesi wawancara dulu. Tapi setelah menonton video berdurasi 41 menit lebih itu, membuatku kembali tercenung dan lalu meninggalkan jejak di kolom komentar;

Thank you for the video. This remind me, warn me that every of us have the sad story. So I am not the only one who feel grieve. Btw, he was the one who saved me on the surgery a few years ago. Seeing this video show me the other side of every human being. Very sad but inspiring
 
Setiap kita, pastilah memiliki kisah sedih yang mungkin tidak pernah kita bagi kecuali pada orang-orang terdekat. Bahkan bisa jadi kisah itu hanya kita simpan sendiri.
 
Ada banyak alasan sebagian orang menyimpan kisah untuknya sendiri dan menutupnya rapat-rapat dengan senyuman. Hingga sering menipu pandangan lalu dianggap sebagai orang paling berbahagia di dunia. Benarkah? Semoga...
 
Namun di sisi lain, dengan berbagi kisah baik sedih maupun senang tentu memiliki nilai sendiri yang bisa menginspirasi orang lain untuk merenung dan mengambil pelajaran darinya. Cerita indah akan menularkan energi bahagia, sementara kisah nestapa menyadarkan kita bahwa kita tak sendiri dan ada orang lain yang boleh jadi lebih sengsara di semesta raya ini.

Meski memang, terkadang dunia menjadi kecil ketika kita bertemu orang-orang yang bagaikan kepingan puzzle melengkapi hidup kita, Seperti pertemuan saya dengan Shawn yang terkoneksi dengan Mr. Dokter

Hari ini, 16 tahun sudah tragedi Tsunami Aceh. Teriring doa untuk para syuhada. 
 
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ وَاكْرِمْ نُزُلَهُمْ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُمْ وَاغْسِلْهُمْ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِمْ مِنَ الْخَطَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُمْ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِمْ وَاهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِمْ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِمْ وَقِّهِمْ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ




Share:

Dan Dia pun Pulang ke Kampung Akhirat

nisan
Innalillaahi wa innailaihi raajiuun...

Hari ke dua puasa, dapat kabar duka adik kelas di SMA yang meninggal selepas sahur tadi. Masya Allah. Sungguh keistimewaan dari Allah untuk hamba-Nya yang berpulang di bulan mulia.

Kematian, sesuatu yang pasti. Meski kita ngga tahu kapan waktunya. Teman yang hari ini kita bicara dan tertawa-tawa dengannya, tahu-tahu beberapa jam kemudian sudah berpulang. Kerabat yang belum sempat kita jenguk  tahu-tahu tersampai kabar sudah tiada, hingga kita menyesal luar biasa karenanya.

Kematian, hal yang misterius. Kita ngga tahu kapan saatnya tapi wajib mengimani sebagai bagian dari takdir yang sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Pasien yang tengah sakit parah di kamar rumah sakit, ternyata didului kepergiannya oleh yang sehat bugar tak kurang satu apa pun.

Kita ngga bisa memilih kapan kita mati, tapi bisa mempersiapkan bekal untuk kepulangan kita nanti. Dengan menjadi orang baik dan memperbanyak amal.

Di Ramadhan yang suci dan mulia ini, semoga Allah mampukan kita untuk istiqomah beribadah kepada-Nya sebagai bekal kita ke kampung akhirat. Aamiin

Share:

2012 Kujelang

do'a, harapan, do'a di pergantian tahun
Beberapa jam menjelang tahun baru 2012, seperti biasa tidak ada perasaan luar biasa yang saya rasakan. Masih seperti tahun - tahun yang lalu.  Saya tidak merasa perlu untuk merayakannya bersama orang - orang yang turut merayakannya. Berbagi kebahagiaan dan kegembiraan. Menghitung mundur bersama. Lalu apa itu berarti saya tidak memiliki harapan dan rencana
Share:

Kematian

Kamis, 8 Juli 2010

Kematian memang selalu datang tanpa bisa kita duga waktunya, tapi ia pasti tiba. 

Aku sedang membuat label harga di notebook-ku ketika teman sekantorku membawa berita itu. Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun...Tidak menunggu lama kami segera melarikan kendaraan masing masing ke RSU, tempat ayah teman sekantor kami dirawat. Entah kenapa dadaku terasa sesak. Aku tidak sering merasakan demikian bila mendengar kematian, tapi bukan berarti aku tak punya hati.Tapi seingatku, selain kepergian orang tua dan  anggota keluarga yang lain, hanya satu atau dua kali aku merasa sedih sesedihnya akan kematian orang lain. Saat itu ayah teman sekelasku yang meninggal. Kami berteman cukup dekat. Murni teman. Tapi pada hari itu aku tidak dapat menahan tangisku. Aku menangis seolah akulah yang ditinggalkan ayahku.

Share:

Lelaki yang Berusaha Menyenangkan Hati Semua Orang

whatever we say, whatever we do, people will always have something to say
Kita tidak akan pernah bisa menyenangkan hati semua orang. 
Berbuatlah apa yang menurutmu benar

Alkisah, ada seorang lelaki yang selalu berusaha menyenangkan hati semua orang. Pria ini hidup sebagai petani di desa dengan seorang istri dan anak lelakinya.

Pada suatu hari, ayah dan anak ini pergi ke kota sambil membawa seekor keledai. Mereka akan menjualnya di pasar. Sambil menuntun keledai yang juga berjalan dengan sabar, ayah dan anak lelakinya saling berbagi cerita. 

Share:

Belajar dari Abraham Lincoln

Abraham Lincoln Photo

Abraham Lincoln, presiden AS ke-16, pernah berkata:"Kegagalan itu ibarat orang yang berjalan. Yang terpeleset biasa dan bukannya jatuh yang membuatnya tak bisa bangkit dan berjalan ke depan"


Ia lahir dan dibesarkan dalam kemelaratan. Kalah dalam 8 kali pemilu. 2 kali gagal total dalam bisnis. Berkali - kali kehilangan pekerjaan dan ditolak dalam mencari pekerjaan. Bahkan keluarganya sempat dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Konon, Abraham Lincoln pernah mengidap gangguan syaraf total. Meski demikian, ia selalu memandang semuanya dari sudut pandang optimisme, dan bukan pesimisme

Bagaimana dengan kita?
Share:

Ketika Harus Gagal dan Kecewa

Dulu pernah kusandarkan letihku pada sepasang mata 
yang kukira bisa meneduhkan jiwa

Tapi ternyata putaran roda waktu membawaku 

pada kenyataan bahwa hidup sering tak sesuai rencana 


Bukanlah hal yang "aneh" lagi kalau banyak hal di dunia ini yang tidak sesuai dengan rencana dan impian kita. Sematang apapun rencana yang kita buat dan usaha kita untuk mewujudkannya. Setinggi apapun impian yang kita bangun. Pada akhirnya kita hanya bisa berkata,"Manusia berencana, Tuhan Menentukan" 


Sakit. Kecewa. Sedih. Marah. Dan lain - lain perasaan akibat kenyataan tak sesuai rencana dan impian adalah hal yang manusiawi saya rasa. Siapa sih yang tak sedih kalau harus kehilangan orang - orang yang kita sayangi dan cintai? Siapa yang tak kecewa bila dikhianati dan disakiti? Siapa yang tak marah bila ... ??? bla.. bla.. bla.. 


Tapi toh pada akhirnya, kita tetap harus kembali "normal" dengan realita yang ada. Harus "nrimo". Ya, meski tahap penerimaan tiap orang tidak sama. Ada yang butuh waktu lama. Ada pula yang mampu segera bangkit dan lepas dari kungkungan rasa kecewa, marah dsb tersebut. 



Anda Mungkin pernah membaca "Kupinang Engkau dengan Hamdalah"-nya M. Fauzil Adhim. Di salah satu bab bukunya ( saya lupa halaman berapa, karena buku tersebut juga telah saya hadiahkan :) beliau mengatakan bahwa ketika kita merasa kecewa, sedih, marah, bukanlah hal yang bijak bila kita terburu - buru "membunuh" rasa itu. 



Kenapa? Karena hal itu tidak akan bertahan lama. Ketika suatu saat memori kita teringat kembali akan hal itu, perasaan tersebut akan bertambah dua kali lipat. 



Beda halnya bila kita membiarkan semuanya mengalir begitu saja. Meski perlahan, rasa itu akan terkikis, terkikis, dan akhirnya hilang sama sekali 



Sama seperti Anda, saya juga berkali kali mengalami kegagalan dan kekecewaan dalam hidup. Dan saya menemukan bahwa apa yang dikatakan M. Fauzil Adhim itu benar adanya 



Kita memang tidak bisa melupakan semua kejadian yang tidak menyenangkan dalam hidup. Kuncinya adalah; Kita tak perlu mengingat - ingat kejadian tersebut kecuali lintasan waktu membawanya kembali ke dalam ingatan kita. 



Sejenak. 

Hanya sejenak
Share:

Featured post

Cara Mudah Bikin Blog dari Ponsel

Baru-baru ini ada beberapa teman yang meminta dibikinkan tutorial cara bikin blog yang mudah tanpa mesti menggunakan komputer alias dari...

Arsip