Ivedich, Ketika Takdir Bicara

Takdir, kaukah itu?
Berdiri di sudut kamarku lalu menghilang di balik pintu
Aku tak tahu sejak kapan kau ada di situ
Tersenyum padaku, berbicara kepadaku

Ratusan malam kita lalui bersama
Tertawa, berbagi cerita. Dengan cara yang tak biasa
Aku di sini. Dan kau di situ, di sudut kamarku
Jauh, tapi dekat. Dekat, tapi tak terjangkau


Bila pagi datang hingga petang menjelang
Kubawa bayangmu dengan hati riang
Dan kulihat orang - orang tersenyum padaku di sepanjang jalan

Takdir, kaukah itu?
Berdiri di sudut kamarku lalu menghilang di balik pintu
Menatapku sendu
Di malam ke tiga ratus enam puluh satu

Destiny, 20 - 23 Januari 2012

Image from here

8 komentar:

Kade said...

Mantap pusinya...

chamadii said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Redra Agatossi said...

Ivedich...nama lain dari cinta...sebuah perjalanan panjang melewati malam-malam berbilang...:-)

Lizanovia M. Hadi said...

Kade & chamadii: Thanks :)

Redra: Ivedich, saat terkadang cinta butuh lebih dari "sekedar" cinta. Bahkan sebuah perjalanan panjang melewati malam-malam berbilang pun harus "menyerah" karenanya

Muhammad Iqbal Pratama said...

bahasanya aku masih belum ngerti mbak,
bisa tolong jelasin :D
ini tentang seseorang ya mbak :)

Lizanovia M. Hadi said...

Iqbal: Tentang seseorang dan takdir :)

Share Our Knowledge said...

waw, dalam banget kyknya, ^^
tapi masih agak bingung saya mksud si penulis. hehe

Lizanovia M. Hadi said...

Bingung kenapa, Bro? Saya cuma meminjam "penampakan" untuk melukiskan takdir ^^