Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Keajaiban Rasa

Mengetahui dirimu disayangi oleh orang
Yang tanpa sadar juga kau sayangi
Itu seperti duduk di pasir pantai
Menikmati pemandangan dan debur ombak
Lalu tiba-tiba kau rasakan
Lidah ombak menjilati kakimu
Mengejutkan
Namun menyejukkan

Anoi Itam Beach, 16.07.2017
Mengumpulkan Yang Terserak
Share:

Filosofi Staples

Tahu staples?
Di tempat saya biasa disebut anak penjilid atau anak hecter. Kalau ada anaknya, tentu ada ibunya. Ibunya ya si Hecter ini alias stapler. Hehehe.

Teman-teman tentu sudah pada tahu dong fungsi si staples ini. Yap! Ia berjasa menyatukan dokumen-dokumen penting kita, makalah, catatan, faktur atau apalah supaya rapi dan ngga tercecer. Staples juga yang membantu ibu-ibu penjual nasi atau jajanan untuk membungkus dagangannya. Cekrek! Cekrek!  :) Meski dua yang terakhir ini ngga recommended yaa, mengingat resikonya yang ngga kecil.

Kalau saya sendiri dulu biasa memakai staples ini buat cekrek-in foto-foto ke formulir di tempat kerja yang lama, karena kalau pakai lem, tumpukan dokumennya gembung sebelah, jadi ngga enak dan ngga rapi dilihatnya. 

Whatever, pokoknya banyak lah kegunaan si staples ini.

Sepanjang pengetahuan saya, staples ini ada 3 macam ukuran. Yang paling kecil dan sering kita lihat dan pakai adalah yang nomor 10. Trus ada yang ukuran sedang (nomor 1) dan yang gede nomor 3. Koreksi saya kalau salah yaa 😊

Staples ini sifatnya ngga jauh beda sama jarum. Beda tipis, 11 12 lah. Keduanya sama-sama melukai dulu sebelum menyatukan apa-apa yang sebelumnya terpisah. Sama seperti teman yang baik, kata-katanya mungkin terkadang menusuk, tapi tujuannya untuk kebaikan kita.

Staples juga sejago dan "sepedas" cabe rawit. Wujud boleh kecil tapi "sensasi" yang diberikan sungguh besar. Coba aja pas buka bungkusan nasi yang distaples ngga hati-hati, trus staplesnya terjatuh sembunyi di antara lauk. Pasti kalang kabut, kaan? Pernah ada teman yang cerita, dianya ngga sengaja ketelan staples pas makan nasi bungkus. Ngeriii. 

Pengalaman pribadi saya di anak sendiri, yang ngga sengaja menginjak staples di sekolahannya. Pas jadwal kunjungan seminggu sekali dulu sebelum pandemi (anak saya mondok), dia ngga ngasih tahu karena menganggap sepele. Alhasil seminggu kemudian saya melarikannya ke IGD setelah dapat telpon darurat. Alhamdulillah segera diobati dan ngga terjadi apa-apa.

Staples menjadi barang yang berguna  saat kita tau memanfaatkannya dengan benar. Namun dia berubah berbahaya saat kita menyepelekan.

Sama halnya saat kau meremehkan dan menyepelekan orang lain hanya karena penampilannya. Lalu terkejut saat ternyata dia lebih dari yang kau kira.

Catatan lama yang hampir terabaikan
Share:

Malam di Kota Langsa

pemandangan-malam-di-kota-langsa
Malam menurunkan tirainya untuk ke sekian kali
Melahirkan bulan dan bintang-bintang imitasi
Pada kendaraan lalu lalang, deretan toko dan pasar tak terbilang

Sementara lengan lelah oleh belanjaan di kiri dan kanan
Kutengadah memandang langit hingga di kejauhan
Tak kulihat satupun bintang, pun rembulan
Duhai, di mana kalian bersembunyi, kawan?

Malam ini terakhir ku di sini
Kuingin kalian pun menemani

Lizanovia M. Hadi
Langsa, 10.05.2018 00.34


Share:

ALHAMDULILLAH ALLAH MASIH SAYANG

Allah-Knows-The-Best-For-Us
Kalimat di atas kerap terucap ketika kita terlepas dan atau terlindungi dari suatu musibah. Betul tidak? 😊 Ungkapan yang wajar sebagai rasa syukur kita kepada Allah,  kita kira.

Tapi, ketika musibah datang menimpa kita, apakah kita lantas merasa bahwa Allah tidak sayang? 

Sahabatku... 
Mari kita renungkan perumpamaan berikut...

Di sebuah sekolah yang terdiri dari beberapa kelas,  setiap guru membimbing kelas sesuai tingkatannya masing-masing. Guru-guru tersebut dikenal kompeten di bidangnya dan sangat penyayang kepada semua muridnya.

Di setiap kelas, setiap murid memiliki kemampuan yang berbeda-beda.  Ada yang cepat menyerap pelajaran,  ada yang rata-rata,  dan ada pula yang lambat.  

Ada murid yang memiliki kemampuan di bidang matematika,  ada yang ahli bahasa,  ada juga yang jago olahraga.  Begitu seterusnya. 

Ketika ujian dilaksanakan,  sebagian murid bisa mengerjakan soal-soal dengan baik,  sementara sebagian lainnya tidak.  

Begitupun saat kenaikan kelas.  Ada beberapa murid yang mendapat nilai pas-pas-an,  buruk hingga harus menetap di kelas yang sama,  alias tinggal kelas.

Guru-guru yang penyayang ini sedih bukan kepalang. Di satu sisi mereka ingin semua muridnya  bisa mendapat nilai yang bagus dan naik kelas.  Namun di sisi lain,  mereka juga ingin para muridnya belajar bahwa hasil selalu sebanding dengan usaha. Sehingga anak-anak didik mereka belajar dengan giat untuk mencapainya.

Oke.  Kita bisa berkomentar asal,  

"Apa susahnya sih beri nilai yang bagus untuk semua murid?" 

"Dinaikkelaskan saja semuanya,  apa salahnya,  sih? " 

bla bla bla 😃


Sahabatku, 

Kalau begitu halnya, untuk apa pula diadakan ujian? Toh hasilnya sudah ada?  Betul, tidak? Ngapain repot-repot?  Juga,  sekalian aja,  untuk apa sekolah,  kalau ijazah bisa dibeli,  misalnya.  Duh!  Serem nih 😁


Guru-guru yang sayang kepada anak didiknya, tak serta merta memberikan apa yang diinginkan (nilai bagus, naik kelas) jika murid yang bersangkutan belum berhak mendapatkannya

Itulah hidup.  

Setiap kita memiliki ujian yang berbeda. Si A diuji dengan ini,  si B berkutat dengan masalah itu.  Kalau hari ini A dan B diuji,  sementara C dan D "aman-aman saja",  apakah itu berarti si C dan D saja yang disayang Allah,  sementara si A dan B tidak?  

Kita tahu jawabannya; tentu saja tidak.

Setiap kita diuji Allah, sesuai masanya. Hari ini mungkin bukan kita, esok lusa bisa jadi kita.

Kita diuji karena Allah sayang. Dan semua ujian yang diberi itu sesuai kesanggupan kita.


Kata-kata 'Alhamdulillah, Allah masih sayang' seyogyanya bukan hanya karena kita bersyukur, tapi juga mengasah empati kepada siapa yang diuji Allah hari ini.

Kasih sayang tak melulu tentang kelembutan, tapi juga kepedulian.


Salam,
Lizanovia M. Hadi

*Terinspirasi dari suatu "kecelakaan" kecil di Oktober 2017 😊
Share:

Januari

Foto-siluet-wanita-memandang-pantai
Januariku, seperti Januari yang lalu, masih bertabur rindu akan kenangan masa silam.
Hanya saja, kini aku lebih mampu menguasai langkah dan tindakan.
Sebab dengan begitu, segala yang mungkin saja kan berlalu tak akan mampu membunuhku

The Island, 03.01.2017
Lizanovia M. Hadi
Share:

IVEDICH. Masa Depan, Kau dan Aku

Foto-wanita-berjalan-membelakangi-di-atas-jembatan

Sayang, mulai hari ini aku takkan melihat lagi ke belakang.

Menoleh sedikitpun tidak.

Terlalu banyak hal yang telah tak tergapai olehku meski aku semestinya bisa.

Terlalu banyak waktu terbuang percuma.

Aku takkan lagi melihat ke belakang, Sayangku.

Menoleh sedikitpun tidak.

Namun bila kau menyusul dan membersamai langkahku,

Aku kan selalu ada untukmu.

The Island, 01.01.2018
Lizanovia M. Hadi

Share:

Beginilah Harusnya Cinta

cinta-mawar ungu-
Ada selintas luka
Saat kutahu semua ini hanya rasaku saja
Tapi anehnya ku tetap bahagia
Tak lantas kehilangan rasa

Cinta memang tak harus memiliki
Tlah kuketahui itu sejak dulu
Meski ada yang berkata,”Cinta harusnya memiliki”
Tapi bagiku
Cinta bukanlah bagaimana kau bisa bahagia bersamanya
Tapi bagaimana dia bisa bahagia dan kau bisa bahagia untuknya

Bila kau jatuh cinta dan tak bisa memilikinya
Janganlah lantas membunuh rasa
Biarlah ia mengalir apa adanya
Dan sang waktu akan membantumu melupakannya

Bila kau jatuh cinta dan tak bisa bersamanya
Janganlah menyesalinya
Karena Tuhan telah menentukan dan memilihnya
menjadi gurumu dalam memahami makna cinta

Bila kau jatuh cinta dan begitu menginginkannya
Janganlah memaksakan kehendakmu kepada Sang Pemberi Cinta
Biarlah Dia memilihkan untukmu cinta pilihan-Nya
Sebab Dia Yang Maha Tahu yang terbaik untukmu dan juga untuknya

Bila kau jatuh cinta dan ada jalan untukmu dan dirinya
Berbicaralah terbuka apa adanya
Putuskanlah dengan hati bukan emosi romantis semata
Sebelum penyesalan tiba

Bila kau jatuh cinta dan selalu gagal meraihnya
Yakin dan percayalah
Bahwa Tuhan telah mempersiapkan sejuta cinta dan rencana indah
Di saat yang tidak kau sangka – sangka

Lizanovia M. Hadi
29 Juli 2010
Share:

HIDUP YANG SEPARUH

Saat kita kehilangan orang yang berarti, orang yang kita cintai
Sebab perpisahan oleh jarak, waktu dan juga kematian
Saat itulah hidup terasa separuh

Segala hal yang serba separuh tentu saja tidak akan pernah lengkap
Bagaimana burung bisa terbang dengan sayap yang sebelah patah?
Bagaimana kita bisa berjalan sempurna dengan kaki yang sebelah lumpuh?

Hidup memang terus dan harus tetap berjalan
Sebab di situlah letak ujian keimanan
Bagaimana dengan hidup yang separuh
Kita berjuang untuk tetap utuh

@LizanoviaMHadi
The Island, 13.10.2017

Share:

Catatan Selepas Nobar

foto nobar di lapangan
Seriusnya yang nobar 😁
Semalam, waktu nobar film Pengkhianatan G30S ngga nyangka waktunya bisa panjaaaang gitu
Karena seingat saya, dulu, duluuuuu banget, ngga selama itu waktu nonton di tv

Untunglah niatan semula buat nonton sambil berdiri ngga jadi terlaksana
Gila banget kalo iya! Bisa varises ini kaki hahaha
Tumbang malah 😄

Tapiii, sebagai gantinya, kami harus rela duduk di rumput basah bekas hujan 10 menitan sebelum nobar
Beralaskan jaket siih, tapi ya tetap basah 😆
Sempet nyesel kenapa ngga bawa tikar dari rumah. 
Tapi mau balik lagi juga malas (Dassaaar!) 😅
Lha filmnya udah diputar, sayang kaan ngelewatinnya 😄
btw, ada lho yang bawa dingklik dari rumah. Tau kan dingklik? 😁

Ngga nyangkaaa dengan antusiasme orang-orang
Meski ada yang pada pulang di pertengahan film
Tapi yang bertahan juga ngga sedikit
Ada yang malah sambil tiduran nontonnya
Tidur beneran kayaknya hahaha

Ketika tiba di bagian akhir saat suara asli Jend. AH. Nasution berkumandang, saya dan kakak memutuskan untuk pulang
Sambil berusaha membangunkan ultraman junior yang sukses tidur di pangkuan setengah jam terakhir 
Setelah "lari" dari kursi empuk di samping bapak2 pejabat hihihi
Junior ikut? 
Iya. Habisnya ngga mau ditinggal siih

Sampai di parkiran, sudah pada ready buat pulang 
Saya sempat lihat yang nonton di jalan muka2 pada serius semua
Merasa belom tuntas bener, kami lanjut lagi nonton
Sambil duduk di sepeda motor 

Dan akhirnyaa, selesaiii
Alhamdulillah sampe di rumah kurang 5 menitan dari pukul 2 pagi!
Langsung tidur? Ngga doong
Baju2 yang lembab mesti diganti
Alhamdulillah jeans junior cuma lembab dikit

Begitulah.....
Kami tidur dengan badan remuk redam 😁
Dan paginya saya bangun untuk selanjutnya ikut upacara
Sekarang Hayati lelah 😁😁

Sabang, 1 Oktober 2017

Share:

Perempuan, Peran, dan Peringatan (Sebuah Refleksi)

perempuan, peringatan, google doodle, 2015
Sudah lama juga saya tidak menulis tentang perempuan. Terakhir saya menulis 2012 yang lalu, tentang Hari Perempuan Sedunia. Sudah lama banget ya? :) Waktu itu google doodle-nya bernuansa bunga dan warna ungu, warna kesukaan saya hehehe

Oya, tentu saya tidak akan membahas kembali asal usul diperingatinya Hari Perempuan Internasional ini. Tapi untuk merefresh ingatan, bolehlah teman-teman melongok kembali postingan lama saya tentang hari bersejarah tersebut di sini :)

Perempuan, begitu istimewanya kita sehingga sedikitnya ada dua tanggal di kalender yang memperingati. Pertama, 8 Maret sebagai Hari Perempuan Internasional. Yang kedua, 22 Desember sebagai Hari Ibu. Untuk yang kedua tentunya khusus untuk negara kita Indonesia, karena negara-negara lain memiliki tanggal tersendiri untuk memperingati Hari Ibu.

Teman-teman saya sesama perempuan, apa sih yang terlintas di benak Anda dengan adanya Hari Peringatan untuk kita perempuan di dunia? 

Saya pribadi memandang peringatan ini sebagai momentum untuk mengingat kembali peran saya baik itu sebagai anak, ibu, saudara, teman dan rekan bagi keluarga dan sahabat. Untuk poin yang pertama, saya termasuk yang belum beruntung. Saya katakan belum beruntung, karena sebagai anak, bakti saya kepada orang tua yang bisa saya lakukan saat ini "hanyalah" mendoakan mereka yang sudah terlebih dahulu menghadap-NYA. Jujur, terkadang ada rasa sedih, terutama di saat - saat tertentu ketika saya membutuhkan dukungan orang tua. Kalau sudah begitu, saya akan mengingat bagaimana dulu ibu suka membelai kepala saya setiap sebelum tidur. Dan Bapak yang sering mengajak saya hampir kemana pun beliau pergi. I miss you, mom. I miss you, dad :'(

Lalu, sebagai seorang ibu yang juga orang tua tunggal, dengan momen ini saya diingatkan kembali: sudahkah saya menjadi ibu yang baik bagi putra tunggal saya? Kalau mengingat - ngingat itu, sediiih sekali rasanya :'( Sebagai orang tua, kita pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak - anak kita. Pendidikan, kehidupan yang mapan. Kasih sayang yang berlimpah. Namun dalam prakteknya, seringkali tidak sesuai antara harapan dan kenyataan. Kita semua tahu, pendidikan yang bermutu butuh doku alias duit yang tidak sedikit. Kehidupan yang mapan? Orang tua mana sih yang tidak mau anak - anaknya jauh lebih baik dari  mereka? Kasih sayang yang melimpah bukan hanya tentang kualitas, tapi juga kuantitas. Untuk ibu bekerja di kantor seperti saya, waktu kebersamaan saya dengan anak tentu berbeda dengan ibu yang bekerja di rumah, suatu cita - cita yang sangat ingin saya wujudkan di kemudian hari. Aamiin.

Akhirnya, sebagai saudara, rekan dan sahabat, dalam kehidupan sosial pasti akan selalu ada gesekan - gesekan yang tak bisa dihindari. Tidak ada jalanan yang selalu mulus tanpa duri. Sudahkah saya bermanfaat untuk orang lain? Sudahkah saya mengatasi dengan baik hal-hal yang sebaiknya diatasi? Sudahkah saya peduli? Karena kehidupan sosial yang baik, akan memberikan nilai tambahan bagi kebahagiaan hidup di dunia. Semoga :)

Peringatan Hari Perempuan Internasional, dan hari - hari bersejarah lainnya, seyogyanya menjadi refleksi bagi kita semua untuk terus berproses dan memperbaiki diri. Aamin!

Sabang, 08.03.2015 02.46
Share:

RE

Langit Malam Bertabur Bintang
Semalam aku memimpikanmu
Aku melihat doa-doa yang kau panjatkan
Sepenuh rasa mengawang di langit malam
Meski tak begitu kupahami, tapi aku mengaminkannya
Sepenuh rasa
Pertanda apakah itu, Re?
Masih adakah yang tertinggal dan terganjal
Tentangku, tentang kita?
Aku tak punya arah untuk bertanya

Last day of September, 2014
Posted from Blogger for Android
Share:

Ibu dan Omelet Kentang Gantung



Ibu adalah sosok wanita luar biasa yang multi talenta
Tangan dinginnya mampu merawat tanaman yang tak semua kami anak-anaknya bisa melakukannya
Ibu juga mampu mengerjakan pekerjaan yang umumnya dikerjakan kaum pria, membuat kandang ayam kami, misalnya
Ibu yang mengajarkan kami anak-anaknya mengambil pelajaran dari hidup
Dengan apa yang dikatakannya, dan apa yang tidak dikatakannya

Meskipun beliau telah tiada,
Kenangan yang tersimpan tentangnya selalu membawa inspirasi baru setiap kali mengingatnya
Seperti kenanganku tentang Kentang Gantung yang satu ini
Gambar Kentang Gantung

Pertama saya kenal kentang gantung, waktu itu umur saya sekitar 12 atau 13 tahun
Ibu kami menanamnya di lahan kecil di antara dapur dan rumah induk kami
Seperti kentang biasa, bibit kentang di tanam di dalam tanah

Selang beberapa waktu, mulailah sulurnya tumbuh dan menjalar di dinding dapur
Satu satu, dari ketiak daunnya menyembul bayi-bayi kentang yang cantik dan menggemaskan
Karena pertumbuhannya cukup pesat
Dan lahan di dapur kami lumayan kecil
Ibu segera mengambil satu buah kentang untuk dijadikan bibit dan ditanam di luar

Seperti yang di dapur, bibit yang satu inipun cepat tumbuh dan berkembang
Dalam sekejap sulurnya merajai area samping rumah
Saya suka berlama-lama di situ, memandangi takjub bola-bola kentang dengan aneka ukuran
Yang kalau melihat dahan-dahannya yang nampak lemah
Sepertinya tak mungkin kuat menahan beban kentang-kentang itu


Seringkali kita menyepelekan orang hanya dari penampilannya. Bahkan tak jarang kita meremehkan diri sendiri. Menyangsikan kemampuan diri sendiri. "Saya ngga bisa"  "Saya ngga bakat"  Dan segunung alasan lainnya. Padahal belum juga dicoba.


Saat dirasa cukup waktunya, kentang-kentang itu pun dipisahkan ibuku dari induknya
Dipetik gituu :D
Apalagi kalau bukan buat dimasak *ya iyalaah :D
Tapiiii, jangan bayangkan kentang goreng atau semur atau gulai kentang ya, teman-teman :)
Kentang gantung ngga bisa dibuat menu2 itu, karena teksturnya akan hancur saat dimasak

Bukan ibuku namanya, kalau mudah menyerah
Dicampur dengan kelapa parut dan bumbu halus, kentang gantungpun dibuat omelet oleh ibuku
Yummy, rasanya ngga kalah enak dengan omelet kentang biasa lho
Serumah pada ketagihaaan ^_^


Memangnya, kalau kita merasa berbeda: Gaptek, ngga bakat, ngga pengalaman, dll dsb. Lantas kita bisa begitu saja menganggap diri ngga berguna? Ngga punya kelebihan sama sekali? Setiap kita punya kekurangan, itu pasti. Setiap kita punya kelebihan, dan itu juga pasti. Tinggal gimana aja kita fokus pada kelebihan dan bukannya kekurangan. 

Dan memang, tak sedikit orang yang membutuhkan bantuan orang lain untuk menemukan kelebihannya


Sekali waktu, kami serumah penasaran
Seperti apa sih rupa bibit kentang pertama yang ditanam ibu di dapur?
Dikuasai rasa ingin tahu yang besar itu, dibongkarlah kebun kecil itu

Daan ternyataaa..
Rupa si bibit kentang sangaaat berbeda, jauuuuh dari saat pertama ia dibenamkan ibu di tanah
Dari gumpalan sebesar genggaman ibu, jadi puluhan kali lipat besarnya
Tak beraturan, berurat, berakar, tua, dan jelek. Ngga ada bagus-bagusnya
Tidak menggemaskan seperti bayi-bayi kentang yang bergantungan


Saat seseorang sudah sukses, sudah berhasil mencapai impiannya. Orang hanya akan melihat yang tampak saja, hasil akhirnya saja. Tak tahu apa yang sudah orang tersebut hadapi untuk mencapainya. "Beruntung banget ya, mba" "Mba sih enak, sudah sukses. Ngga payah lagi ngajakin orang" Padahal, orang sukses juga mengalami yang namanya penolakan. Mengalami juga yang namanya kegagalan. Yang membedakan hanyalah, orang sukses tak pernah berhenti. Meski berkali gagal dan terjatuh. 

Sebelum internet pesat seperti sekarang ini
Saya pernah kebingungan menunjukkan ke teman-teman saya
Kalau kentang gantung itu beneran ada
Kebanyakan mereka ngga percaya, sangsi sama saya
Saya juga ngga bisa nunjukin wujudnya
Karena sejak pindah rumah, meskipun sempat ditanam lagi oleh ibu
Pohonnya tumbang barengan pohon jeruk nipis karena hujan badai :(
Tapi sekarang saya bisaaa :) *Thanks internet mmuaahhh :*


Membuktikan sesuatu yang kita yakini memang bukan perkara mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa. Selama kita percaya, kita bisa.

Tiba-tiba, saya jadi kangen omelete kentang gantung buatan ibu :')


Sabang, 14 April 2014 22.00 WIB

Inspirasi Malam, Mengenangmu Ibu


*Gambar: http://ssbayup.blogspot.com/
Share:

Rain Makes Everything Better

Hujan
Seminggu terakhir ini benar-benar migrain melanda. Mau apa-apa jadi serba salah.
Lalu kuteringat bagaimana hujan mampu membuat segalanya menjadi lebih baik
Dan hari ini, lupakan sejenak kepenatan, rutinitas yang kadang menjemukan, hal-hal yang tak sanggup terpikirkan

Hujan, satu-satunya tangisan yang tak pernah mengundang sedih dengan hadirnya
Share:

Like Mother Like Son

spidey anakku :)
Like father like son.
Pepatah itu sepertinya ngga berlaku di sini.
Kenapa?
Karena yang berlaku adalah "Like mother like son" hehe

Juniorku Kautsar, 6 tahun, memang banyak meniru mommy-nya.
Salah satunya, dalam hal fotografi.
Maka, kalau kamera tiba-tiba menghilang begitu saja, bisa dipastikan ketika kembali sudah bertambah koleksi gambarnya. Adaaa saja objek yang jadi sasarannya.
Kadang-kadang yang tidak sempat ku-shoot. Yang tidak terpikirkan untuk ku-shoot.

Berikut adalah beberapa di antaranya, saat kami berkesempatan mengunjungi keluarga di Tanjung Morawa, Sumatera Utara, Juni lalu.
mas gibran foto sama meong :D
Mas Gibran, kucingnya belum mandi :P

foto kucing yang sedih
Sedih amat ya, nih kucing =D

foto candid mba putri :-)
Si mbah :-)


foto bu Neng sama mas Tirta
Bu Neng dan Mas Tita


foto dua merpati di dalam kandang
"Ngintip" duo merpati

foto merpati di dalam kandang
Wah, kalau yang ini jelas2an nyelundup ke dalam kandang :D


foto merpati di atap kandang, mau terbang atau gaya ? =)
Merpati mau terbang ya? Atau lagi gaya ?:)

foto motor lelaki
Ngga penting ini motor siapa. Yang penting bisa jadi objek hehe





Share:

O oow... Ketahuaaaan o.O

Alhamdulillaah... Hari ini puasa Ramadhan di hari pertama. Puasa pertama pula buat juniorku Kautsar yang berumur 6 tahun. Baru aja apdet status di FB mudah-mudahan puasanya lancar sampe maghrib selama sebulan penuh, eeeehhh... juniorku sudah minta jajan :D Hehehe... Dasar anak-anak! Alhamdulillaah dengan bujukanku dia masih bertahan tuh. Mudah-mudahan goal sampe maghrib. Aamiin.

Berbicara masalah memperkenalkan puasa pada anak, kita sebagai ortu terutama ibu pasti pernah ya mengiming-imingi hadiah pada anak agar puasanya lancar? Tujuan kita tentu saja baik. Agar anak terbiasa menjalankan kewajiban agama sejak dini. Dan hadiah sebagai reward pada anak atas "prestasi"-nya. Seperti yang kemarin saya lakukan sebelum puasa tiba. Sejak sorenya saya mengajak anak untuk ikut sahur bareng, tarawih dan puasa esok harinya. Saya menjanjikan hadiah, meski wujudnya sendiri belum saya ceritakan.

Tadi pagi, saya membaca tabloid Wanita Indonesia yang saya beli sehari sebelumnya. Dan.. o oww.. Saya menemukan artikel "Kenalkan Puasa tanpa Hadiah" yang cukup menyentil saya, hehehe. Bahwa mengajak anak berpuasa dengan iming-iming hadiah sebenarnya tidaklah efektif, kecuali sesekali saja. Kenapa? Karena iming-iming hadiah hanya akan mengajarkan anak berpuasa karena benda, bukan karena kesadaran mereka. Dan... barusaaan aja, saya mergokin junior saya minum es kopi sambil ketawa, sewaktu saya meninggalkan tulisan ini dan mencari-cari dia yang tiba-tiba menghilang, padahal janjinya mau tidur siang. Alhasil puasanya hanya berumur setengah hari. O ooww.. sedih bukan buatan hati saya. Tapi apa mau dikata  ya? 

Kembali ke artikel tadi, memberi hadiah pada anak yang berpuasa memang baik. Namun jangan sampai dijadikan kebiasaan. Toh tujuan utama kita mengajarkan anak berpuasa agar si anak tahu keutamaan puasa itu sendiri. Belajar menahan lapar, haus dan mengendalikan diri. Juga membentuk karakter anak, seperti tidak boleh berbohong, marah, atau menahan hawa nafsu. 

Saya ingat, kemarin saat mengajak anak berpuasa, saya mencontohkan kakak sepupunya yang sudah berpuasa sejak berumur 5 tahun. Ini juga baik ya, tentunya. Sepanjang kita tidak membanding-bandingkan anak kita yang gagal  dengan temannya yang berhasil puasanya. Masih kata artikel itu, pembandingan akan menimbulkan rasa tidak percaya diri pada anak, si anak akan merasa lemah. Cara terbaik bisa dengan mendorong anak kalau dia sebenarnya juga mampu. Lalu bertanya, apakah ia mau mencobanya, terlepas berhasil atau tidaknya.Jika anak belum mau mencoba atau memang usianya belum wajib puasa, kita bisa terus memberinya pemahaman sedikit-sedikit dan ajak berpuasa sesekali meski mungkin hanya bertahan beberapa jam saja. Yaa, seperti puasa junior saya yang "hanya" bertahan setengah hari saja hehehe
Share:

November di Desember

Menikmati hujan Desember yang membatalkan rencana indah siang tadi
Derainya membawa ke suatu masa di November, setahun yang lalu
Ada rasa tak terkatakan, kata tak terucapkan dan jejaknya masih tertancap dalam, hingga kini
November tlah memberi kenangan dan pembelajaran
Air mata yang bersembunyi di balik hujan
Tawa tawa teriakan mengusir kepenatan, kejenuhan
Luka berganti tawa, tawa bersemu duka
Tak mampu hapuskan rasa yang dirasa
November tahun ini satu dua tiga rintik kurasakan
Entah mengapa deras tangisnya kurindukan

November bermula di Desember, 1 Desember 2012
Share:

Ramadhan dan Hujan

hujan-di-jalanan
Sudah sebulanan ini hujan tak kunjung luruh di kotaku. Panas. Gersang. Bukan tak bersyukur akan kehangatan mentari yang Allah berikan Ramadhan ini. Hanya saja aku rindu. Rindu rintiknya. Rindu iramanya ketika menabuhi atap rumah. Rindu harumnya ketika mencumbui tanah. Rindu segarnya merambati rerumputan dan dedaunan.

Dalam rindu begini, benakpun kulangkahkan ke rumah hujan www.rainymood.com
Dan di sana aku menemukan lebih dari sekedar hujan. Kerinduan akan hujan pun terbayarkan.
Lebih dari yang terbayangkan. 

Apakah engkaupun pecinta hujan? Jika iya, padukanlah irama hujan pada rainymood dengan "The Cello Song" berikut. Kuyakin kau akan menyukainya


Share:

Meuantos: Perbedaan


the gab between us


Sebuah perbedaan selalu berpotensi menciptakan jurang 

Namun yg menjadi masalah adalah 

ketika kita tak mampu membuat jembatan     

-MKA, 15 April 2012-
Lizanovia M. Hadi


Share:

Hitam dan Putih

warna warni dan hitam putih
photo: Ihan Sunrise | Edited: Lizanovia M. Hadi
Bayangkanlah jika di dunia ini hanya ada hitam dan putih
Tak setitikpun biru apalagi ungu.
Dengan apakah kau lukiskan warna warni hidupmu?
Share:

Arai dan Lintang


puisi - puisi, andrea hirata, laskar pelangi
kolom-biografi.blogspot.com
Arai dan Lintang, mimpi - mimpi masa depan
dua pribadi impian perempuan
Mencintai kalian bukan sebab wajah rupawan
Tapi lebih pada pribadi dan kecerdasan

Arai dan Lintang, jatuh cinta pada pandangan baca pertama
Terkesima gambaran seorang Andrea
Antara fiksi bercampur nyata

Bila ada lelaki sempurna, anugerah Sang Pencipta bagi semesta
Dialah perpaduan Arai dan Lintang

Sebuah mimpi yang tertunda
Januari 30-31, 2012

Share:

Featured post

Cara Mudah Bikin Blog dari Ponsel

Baru-baru ini ada beberapa teman yang meminta dibikinkan tutorial cara bikin blog yang mudah tanpa mesti menggunakan komputer alias dari...

Arsip