Catatan Harian & Perjalanan. Puisi &Fotografi. Tutorial Blog, Komputer & Media Sosial

Key of Happiness

dua-sahabat-membaca-buku

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menuliskan tentang buku Key of Happiness ini. Sekaligus mengikutsertakan fotonya di tugas motret kelas optimasi facebook LAAF pada batch yang lalu.

Tak apa-apa yaa kalau kali ini saya ulangi? Karena memang kebahagiaan adalah salah satu topik yang tak akan pernah habis untuk ditulis. Selalu seru untuk dibahas hingga bercangkir teh atau kopi yang tandas.

Setiap orang ingin bahagia. Setiap orang mencarinya dengan berbagai cara, hingga kadang terlupa bahwa bahagia itu sederhana, ia ada di sekitar kita.

Kita bahagia ketika hari ini masih bisa melihat matahari, merasakan udara yang kita hirup sepenuh hati, menyaksikan alam penuh warna menjadi penyejuk mata ini.

Kita bahagia mendengarkan tawa sahabat dan kerabat menghampiri gendang telinga kita, lalu ikut tertawa bersama mereka. 

Kita bahagia membersamai anak-anak kita dengan segala tingkah polahnya. Bahkan ketika mereka sedang tak bersama kita untuk beberapa alasan, kita masih bisa melihatnya dari kejauhan. Dengan kecanggihan teknologi, kita bertukar informasi. Dan yang utama, kita masih bisa berdo'a dan dido'akan oleh mereka. 

Bahagia erat kaitannya dengan syukur. Syukur tak hanya ada di saat kita mendapatkan apa yang didamba, tapi juga saat apa yang dicinta terlepas begitu saja. Saat semua terjadi di luar rencana-rencana yang sudah kita susun dengan indah dan seksama.

Berbahagialah. Terlalu banyak syarat untuk bahagia, pada akhirnya yang kita dapat hanya derita.

Mari kita ulangi sekali lagi kutipan hebat ini;

If you want to be happy, be.

-Leo Tolstoy 


Sebuah catatan untuk diriku

Day 40, 9 April 2021


Share:

Golden Parenting

Tanaman yang subur membutuhkan perawatan yang baik. Ada beraneka tanaman, beragam pula cara perawatannya. 

Bougenville dan Adenium membutuhkan sinar mentari yang melimpah, sementara Sansiviera memerlukan sekedarnya saja. Tanaman yang juga dikenal dengan lidah mertua ini bahkan bisa bertahan lama tanpa air. 

Nah, beda lagi dengan Lucky Bamboo yang oke-oke saja hidup di dalam wadah penuh air. Yang terakhir ini saya ingat duluuu sekali pernah menanamnya, karena kepincut saat dibawa penjual keliling ke kantor. Tapi sayang umurnya ngga bertahan lama. Kalo soal pertanaman ini saya harus akui bakat saya lebih ke penikmat belaka.

Bicara mengenai perawatan dan pengasuhan, yang paling utama kita ingat tentunya adalah pengasuhan anak, utamanya di masa-masa emasnya, atau yang lebih kita kenal dengan istilah Golden Parenting.

Beda zaman beda seni dalam mengasuh anak, baik dalam cara berkomunikasi maupun teknik penyampaian kebaikan pada anak-anak. Meski tentu saja ada nilai-nilai dari masa lalu yang tetap relevan untuk masa kini

Selain skill, orang tua zaman sekarang juga dibutuhkan kehadirannya bagi anak-anak mereka. 

Tapi kehadiran macam apa? 

Seperti apa sejatinya cara membersamai mereka? 

Bagaimana mindset sebagai orangtua, bagaimana seyogyanya pola pengasuhan yang memberikan dampak positif bagi anak saat ini dan untuk masa depannya nanti? 

Semua akan dibahas dengan penuh hikmah dilengkapi sentuhan kisah menggugah dalam buku Golden Parenting

Sebuah buku yang dari halaman awal mengajak untuk bercermin ke dalam diri tentang hakikat pendidikan dalam keluarga, yaitu pengasuhan keemasan. 

Kalau tanaman saja membutuhkan perawatan dan pengasuhan yang baik, apatah lagi anak kita?

Day 22, 22 Maret 2021

buku-golden-parenting


Share:

Setelah Badai

Ilustrasi from Google


Pagi ini aku terjaga. Bergegas ke luar rumah dan menyambut dunia. Aku lihat alam begitu putih kelabu, begitu suci. Diam. Hening. Angin mendadak mati, namun udara begitu sejuk kurasakan. Damai. 

Lalu kurasakan kehadiran seseorang. 

Di undakan di belakangku, seorang lelaki tersenyum dengan matanya padaku. Aku tidak tahu siapa dia, tidak pernah bertemu sebelumnya. Tapi aku tahu namanya. Dan sangat tahu ini adalah pemandangan yang paling dikaguminya, seolah telah mengenalnya lama. 

Aku berkata padanya dengan pikiran dan isyarat. 

"Lihat, Ari! Bukankah ini pemandangan alam yang paling engkau sukai? Sungguh aku pun mengaguminya!" 

Lagi-lagi ia tersenyum dengan matanya. 

Dihampirinya diriku, digenggamnya jemari tangan kananku. Aku menunduk, dan angin pun berdesir meniup hijab putihku, senada dengan bajunya. Lalu kami pun berjalan bersama. 

Someone in a dream, 30.09.2014
Share:

Featured post

Cara Mudah Bikin Blog dari Ponsel

Baru-baru ini ada beberapa teman yang meminta dibikinkan tutorial cara bikin blog yang mudah tanpa mesti menggunakan komputer alias dari...

Arsip